PBI UMBY dan Capiz Sate University Filipina, Gelar Webinar Pendekatan Pembelajaran di era Pandemi

Setelah dibuka seri pertama pada tanggal 17 Desember 2020 lalu, Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kembali mengadakan webinar seri kedua yang bertajuk Sailing Through: Global Teaching Approaches during Covid 19 Pandemic and Beyond dengan pembicara dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Valentina Dyah Arum Sari, S.Pd., M.Hum dan dari Capiz Sate University, Christine F. Quenga, Ph.D.


Salah satu pembicara, Valentina Dyah Arum Sari, S.Pd., M.Hum membawakan topik tentang bagaimana modalitas dapat membantu kita mengenal siswa kita lebih baik.  Teori dan Pengalaman tentang penyesuaian gaya belajar siswa dan penggunaaan teknologi di kelas online dapat membantu kelancaran pembelajaran online yang selama ini menjadi momok di berbagai kalangan.


“Pengajaran yang kreatif, mudah beradaptasi, inovatif dan mudah diterapkan serta berbasis teknologi menjadi perpaduan yang baik dalam pembelajaran online. Selama pembelajaran berlangsung, guru harus melibatkan keaktifan siswa agar mau berpendapat, berargumen, atau bahkan menyampaikan pertanyaan terkait materi pelajaran melalui pendekatan gaya belajar siswa,” tutur Valentina Dyah Arum Sari, S.Pd., M.Hum


Dalam webinar yang dibuka oleh kedua belah pihak, Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Agustinus Hary Setyawan, S.Pd., MA dan President of Capiz Sate University,  Dr. Edith Alfon juga disampaikan beberapa platform beserta contoh-contoh materi yang sudah diterapkan untuk mendukung pembuatan materi pengajaran yang kreatif.


Pada masa pandemi ini, pembicara dari Capiz State University, Dr. Christine F. Quenga mengemukakan bahwa pendidik dituntut untuk selalu belajar dan memikirkan cara-cara baru dalam menghadapi persoalan yang mucul dalam proses belajar mengajar secara daring seperti munculnya rasa frustasi, bosan dan tertekan dalam belajar. Untuk itu Social-Emotional Learning (SEL) sangat dibutuhkan dalam pembelajaran online di masa new normal ini.


“5 komponen yang diterapkan adalah kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan dalam kemampuan dalam berhubungan dengan sekitar, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Semua hal itu didukung dengan pendekatan pendidik untuk mewujudkan pengalaman belajar yang dapat membuka paradigma Pembelajaran Sosial-Emosional dengan ruang pembelajaran virtual yang ramah, menarik dan membantu mereka dalam menciptakan manajemen belajar yang baik dilingkungannya yang dapat berubah sewaktu-waktu di era pandemi ini,” tutur Dr. Christine F. Quenga


Salah satu peserta, dosen dari Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto, Ibu Dewanti Ratna, S.Pd., M.Hum memngungkapkan bahwa Acara webinar kali ini sangat luar biasa. Selama ini sebagian pendidik masih fokus pada pengembangan teknologi yang dapat dijangkau kedua belah pihak, pendidik dan siswa. Namun webinar kali ini dapat membuka sisi lain yang berbeda pada dampak online learning selama pandemi kurang lebih 10 bulan ini yaitu pada sisi learning style siswa dan social emotional learning (SEL).


Webinar yang diikuti oleh 311 peserta dan dimoderatori oleh Bapak Daniel Widhiatama, S.Pd., M.Hum ini juga mendapatkan respon yang sangat luar biasa dari para peserta lain yang sebagian besar adalah penggiat pendidikan yang berasal berbagai negara terutama dari Indonesia dan Filipina.