Webinar Nasional, Hilirisasi Hasil Riset Perguruan Tinggi : Jalan Berliku GeNose Menuju Pasar

Webinar ini diselenggarakan bersama oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V (LLDikti V) DI Yogyakarta dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia WIlayah V (Aptisi V) DI Yogyakarta


Latar belakang


Perguruan tinggi (PT) di Indonesia dituntut untuk semakin meningkatkan perannya sebagai lokomotif pembangunan peradaban baru. Kontribusi PT terhadap pembangunan bangsa, dalam artian yang luas, menjadi kata kuncinya. Hal ini juga yang secara substantif menjadi alasan PT untuk tetap hidup. Kontribusi PT secara umum dapat dilihat dari dari dua aspek:
(a) lulusan dan (b) artifak akademik yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman.


Artifak akademik dapat mewujud dalam beragam bentuk, termasuk riset yang berkualitas. Kualitas riset dapat dilihat dari beberapa lensa yang saling melengkapi. Salah satunya dari lensa hilirisasi hasil riset, yang akan menjadi fokus seminar daring ini. Ada beberapa alasan mengapa isu hilirisasi hasil riset menjadi penting. Pertama, hilirisasi menjadi salah satu strategi menjamin relevansi riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi, untuk mencari solusi beragam masalah nasional. Kedua, hilirisasi juga sekaligus akan membuka pintu manfaat yang lebih besar dari aspek sosial, seperti pembukaan lapangan pekerjaan. Ketiga, hilirisasi juga akan menjadi alternatif sumber pendanaan perguruan tinggi dan dapat mengurangi ketergantungan terhadap dana dari UKT atau SPP mahasiswa.


Peningkatan hilirisasi riset di perguruan tinggi diharapkan akan juga menguatkan ekosistem inovasi nasional yang sangat penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di ranah global. Saat ini banyak hasil-hasil penelitian perguruan tinggi yang kesulitan untuk mencapai produk masal yang bisa diterima pasar. Banyak yang berhenti pada Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 1-5. Pendanaan atau hibah riset dari perguruan tinggi biasanya berhenti di tingkat 5. Untuk melangkah ke tingkat 6-7, para peneliti sering mengalami kesulitan khususnya dari aspek pendanaan. Dalam konteks alat kesehatan, masuk ke tingkat ini biayanya bisa sangat besar karena harus melakukan uji coba prototype ke berbagai sampel. Tapi kalau sudah berhasil melangkah ke tingkat 8-9 akan lebih mudah mencari perusahaan mitra untuk memasarkan produk. Hal ini karena prototype produk yang sudah siap akan mengurangi risiko pasar. Kalaupun sudah mencapai tingkat 8-9 dan sudah mendapat mitra, belum tentu masalah selesai. Kapasitas produksi secara internal yang melibatkan perusahaan mitra membutuhkan pendanaan untuk modal kerja. Hal tersebut belum tentu bisa dicukupi dari kapasitas internal.


GeNose sebagai sebuah produk hasil penelitian di UGM juga mengalami problem di atas. Ekosistem penelitian dan hilirisasi masih belum cukup kuat menghasilkan produk yang betul-betul siap dipasarkan. Banyak faktor yang justru di luar kapasitas peneliti dan perguruan tinggi. Perlu jiwa kewirausahaan dari pengelola hilirisasi penelitian di perguruan tinggi dan keberanian mengambil risiko bisnis secara terkendali. Selain itu juga dibutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan pemangku kepentingan, misal Lembaga dan Kementerian terkait dengan izin edar suatu produk, misal alkes.


Pengalaman GeNose juga menyadarkan kita bahwa hilirisasi penelitian juga bisa dilakukan secara gotong royong antar perguruan tinggi. Dalam konteks, LLDIKTI Wilayah V, perguruan tinggi di lingkungannya bisa melakukan gotong royong saling memanfaatkan potensi yang ada. UGM yang telah memiliki Science Techno Park (STP) yang telah melahirkan GeNose bisa menjadi pintu untuk membantu hilirisasi perguruan tinggi lain di lingkungan APTISI V. Jadi luaran dari seminar ini nantinya adalah gotong royong hilirisasi hasil penelitian PTS/PTN di APTISI V.


Tujuan
Tujuan dari seminar ini adalah:
1.    Menumbuhkan kesadaran kolektif PT untuk meningkatkan relevansi riset
2.    Mengidentifikasi beragam strategi dan tantangan dalam hilirisasi hasil riset


Konsep seminar dan narasumber
Seminar akan mendiskusikan hilirasi dari dua perspektif: kebijakan dan operasional. Karenanya pembicara yang akan diundang mewakili dua perspektif ini.


1.    Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., Ketua Konsorsium Riset Inovasi Covid 19, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Topik: Kebijakan Pengembangan Ekosistem Inovasi Nasional


2.    Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 
Topik: Peran Kemdikbud dalam menyediakan skema pendanaan hilirisasi penelitian TKT >5 di Perguruan Tinggi (Kedaireka)


3.    Dr. Hargo Utomo, M.B.A., Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi Universitas Gadjah Mada
Topik: Pengalaman Pengelolaan Hilirisasi Hasil Riset di UGM: Strategi dan Tantangan GeNose menuju Pasar 


Moderator Dr Alimatus Sahrah, M.Si, MM,  Rektor Universitas Mercu Buana Yogyakarta


Seminar akan diselenggarakan secara daring dengan kanal Zoom dengan siniar melalui kanal Youtube LLDikti Wilayah V DI Yogyakarta.


Pelaksanaan
Seminar direncanakan untuk diselenggarakan pada Kamis, 28 Januari 2021, pukul 9.00- 12.00.


Link LLDIKTI : https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/hilirisasi-hasil-riset-perguruan-tinggi-jalan-berliku-genose-menuju-pasar