UMBY Webinarkan Akselerasi Pembangunan Desa melalui Impelementasi Kampus Merdeka

Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar seminar nasional daring bertajuk Akselerasi Pembangunan Desa Melalui Implementasi Kampus Merdeka, Rabu (3/3/2021)  mengundang pembicara Ahmad Iman Syukri (staf khusus Menteri Desa) dan Prof Haryono Suyono (Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga). UMBY ingin meramu formulasi terbaik membantu pembangunan desa secara riil


Kegiatan Webinar yang diikuti lebih dari 650 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan masyarakat umum itu, bagi mahasiswa di khususkan bagi yang akan melakukan Kuliah Merdeka. Kuliah Merdeka itu akan dilakukan dalam suasana Pandemi Covid-19 yang pembukaan pelatihannya dimulai hari ini bisa “menjadi model”  bagi kegiatan serupa di berbagai Perguruan Tinggiyang tetap aktif menerjunkan mahasiswa “berbaur dengan masyarakat”, disertai tetap memperhatikan “protokol kesehatan” sehingga resiko bagi mahasiswa, dosen pembimbing maupun rakyat banyak sangat minimal, atau tidak ada sama sekali apabila disiplin tinggi memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.


Webinar  dipandu oleh Moderator Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Audita Nuviaasari SE, MM dengan pemateri pertama  Ahmad Imam Syukri, Staf Khusus Menteri Desa PDTT yang memberikan paparan tentang program dan kegiatan Pembangunan Desa yang sedang dilaksanakan dewasa ini. Selama lima puluh menit Gus Imam menguraikan secara rinci kegiatan pembangunan desa yang dananya bagi setiap desa sekitar satu millar rupiah digelontorkan langsung ke setiap desa.


Dalam paparan itu dijelaskan bahwa Perguruan Tinggi dan mahasiswanya dilibatkan langsung dalam upaya tersebut dalam kelompok Perguruan Tinggi yang tergabung dalam Pertides, atau Perguruan Tinggi untuk Pembangunan Desa. Karena itu masukan dan partisipasi mahasiswa dalam pembangunan desa sangat diharapkan.


 


Menurut  Imam pembangunan Desa yang didorong tidak terbatas pada usaha produksi dari bahan pertanian tetapi juga termasuk pariwisata dan kegiatan sosial ekonomi yang dibutuhkan masyarakat luas. Partisipasi semua pihak pada tingkat desa diputuskan dalam musyawarah desa yang dipimpin oleh setiap Kepala Desa dan aparatnya, sehingga partisipasi mahasiswa dalam KKN atau Kuliah Merdeka adalah dalam rangka memperkuat sumber daya manusia pada tingkat desa. Partisipasi itu juga pada pengembangan inovasi yang memperkaya berbagai alternatif yang bisa digali dari desa atau menggunakan kearifan lokal di desa.


Prof. Dr. Haryono Suyono sebagai pembicara kedua memberi bekal kepada mahasiswa pada upaya menjelaskan pada keluarga desa menghadapi pembangunan di desa dalam kondisi Pandemi Covid-19. Karena itu dipaparkan “grafik kemungkinan  terkena penularan Covid-19”  yang makin melipat sangat tinggi pada usia di atas 60 tahun. Untuk itu dengan tetap memberi perhatian pada bayi, balita, ibu hamil dan ibu baru melahirkan yang perlu mendapat masukan gizi tinggi guna pertumbuhan pada awal hidup mereka, kegiatan menambah gizi harus sangat memperhatikan penduduk di atas usia 60 tahun yang daya tahannya makin menurun. Penduduk usia tersebut umumnya mulai pensiun atau kegiatan fisik dalam pembangunan juga makin mengecil sehingga masukan makanan yang di konsumsi juga makin berkurang. Akibatnya daya tahan tubuh mereka juga makin kendor.


 Karena itu penduduk usia di atas 60 tahun perlu mengajak anak-anak untuk mengembangkan “kurikulum pagi” dan menempatkan dirinya sebagai contoh teladan bagi anak-anak dan cucu-cucu, yaitu setiap pagi kumpulkan sampah dan diolah menjadi pupuk organik. Setiap pagi sebelum cucu-cucu belajar dengan sistem daring diajak mengolah tanah di sekitar halaman, biarpun sempit, menjadi Kebun Bergizi dengan di pupuk dengan pupuk Organik yang diolah dari sampah yang dikumpulkan tersebut.  


Untuk menarik perhatian, pada awal gerakan dianjurkan agar sayur atau buah yang ditanam diarahkan pada sayur yang mudah ditanam dan segera membawa hasil cepat guna menimbulkan daya tarik tinggi’. Lebih dari itu dipilih sayur atau tanaman mengandung nilai tinggi. Contohnya daun kelor, bayem, kacang panjang dan lainnya. Tanaman yang bisa mengganti beras seperti Umbi Porang dapat dianggap sebagai investasi jangka panjang karena baru ideal setelah lima tahun. Tetapi karena bisa di tanam di pinggir hutan, tanaman seperti ini dapat dipertimbangkan sebagai investasi jangka panjang untuk keluarga di pinggir hutan.


KKN mahasiswa ke desa bisa membantu “penerimaan Budaya dengan Norma Baru” seperti penggunaan Masker, cuci tangan, mengambil jarak dan tidak bergerombol dengan perubahan sikap, tingkah laku melalui contoh yang dilakukan oleh masyarakat, bukan contoh yang digunakan oleh mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Dianjurkan ada lomba atau kegiatan produksi Masker lokal agar memberi manfaat terhadap kegiatan ekonomi yang melibatkan rakyat desa serta kebanggaan rakyat di desa.


 Karena pada saat Pembukaan Webinar Rektor mengabarkan bahwa setiap mahasiswa makin melek IT dan secara kebetulan moderatornya adalah Dekan Fakultas Ekonomi, diharapkan Universitas Mercu BuanaYogyakarta bisa menjadi “pelopor Perguruan Tinggi” yang dosen dan mahasiswanya memberikan dukungan kepada rakyat desa yang baru mulai usaha ekonomi mikro dan kecil melalui penggunaan IT atau sistem internet dalam mencari bahan baku yang murah, administrasi modern, pemasaran atau informasi dan kampanye pemasaran melalui berbagai sistem seperti WA, Instagram, Face Book atau lainnya sehingga rakyat kecil mampu melakukan sistem sederhana yang modern tersebut dengan baik mengantar masyarakat desa memperluas pasar tanpa batas.


Setelah dilakukan tanya jawab dan foto bersama, Webinar yang diikuti Ibu Rektor dan para pejabat teras Universitas Mercu Buana Yogyakarta di tutup oleh Pembawa Acara yang mengatur jalannya acara dengan rapi.