Dosen UMBY Jadi Narasumber Utama Seminar Riset di UNS
08 Nov 2023
276
by Farida Dian Farida Dian

Dosen Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Dr. St. Tri Guntur Narwaya, M.Si, menjadi narasumber utama sekaligus pemberi klinik pelatihan dalam acara Seminar Ilmiah Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Dengan mengangkat tema ‘Fenomenologi sebagai Metodologi Riset: Implikasi dalam Ilmu Komunikasi’, acara berlangsung di Ruang Giripurna UNS Inn pada Senin, 6 November 20023 pukul 09.00 hingga selesai. Agenda seminar ini diperuntukkan untuk memberi pembekalan pada semua mahasiswa S3, S2, dan para pengajar di Sekolah Pascasarjana Fisip UNS.

Dr. St. Tri Guntur Narwaya, M.Si, salah satu dosen pengajar di Fakultas Ilmu Komunikasi dan Multi Media (Fikomm) UMBY, merupakan akademisi yang memiliki keahlian dan kompetensi di bidang wawasan paradigma riset penelitian.

Dalam paparan materinya, Guntur Narwaya menekankan keuntungan memperluas perspektif riset sebagai cara pengembangan ekosistem penelitian kampus.

“Banyak riset yang hanya terjebak dan berkutat pada tamplate riset yang itu-itu saja sehingga riset mengalami kondisi stagnasi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa perspektif fenomenologi merupakan tradisi besar dalam filsafat penelitian yang nyaris jarang digunakan.

“Ada banyak aspek faktor yang mendorong kesulitan dalam penerapan riset ini. Dominasi nalar positivistik pengetahuan, kecenderungan instrumentalitik dunia penelitian dan juga ruang ekosistem akademis yang tidak mendukung adalah beberapa faktor persoalan tersebut”, tegas Guntur Narwaya.

Menurut ketua program doktor FISIP UNS, Prof. Drs. H. Pawito, Ph D., dalam sambutannya menjelaskan bahwa perspektif alternatif riset memang perlu dan menjadi kebutuhan wajib yang semestinya dikembangkan agar tradisi riset tidak berjalan monoton. Untuk tahun ini topik yang dipilih adalah pendekatan Fenomenologi.

“Forum ilmiah ini digelar sebagai upaya memperkuat kemampuan perspektif alternatif riset di bidang ilmu komunikasi. Perspektif alternatif riset memang perlu dan menjadi kebutuhan wajib yang semestinya dikembangkan agar tradisi riset tidak berjalan monoton,” ungkapnya.

Acara yang berlangsung hampir 4 jam itu berjalan cukup interaktif. Doktor FISIP UNS, Pawito sangat antusias mengapresiasi perjalanan acara dan akan mendorong agenda seminar selanjutnya bisa diselenggarakan untuk mengangkat topik-topik riset yang serupa.